Apapun yang menenteramkan hati kalian, itulah kebaikan;)

Bagaimana Persiapan Menulis Cerita ?

Sumber : http://irwansahaja.blogspot.com/2014/08/langkah-langkah-menulis-cerita-pendek.html
Dan https://choisiwonlusyworld.wordpress.com/lets-learn/writing-tutorial/langkah-persiapan-sebelum-menulis-cerita/

Langkah Persiapan Sebelum Menulis Cerita


Sebelum menulis novel/cerita/fanfiction, ada baiknya kita membuat persiapan terlebih dahulu. Sedikit pre-planning membuat penulis lebih percaya diri, juga membuat draft pertama lebih lancar. Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menulis draft pertama?
Berikut pegangan yang mungkin berguna :
1. Get organized
Sebelum memulai proyek, siapkan peralatan yang akan kita gunakan dalam proses tulis-menulis. Seperti komputer/laptop, kertas, buku tulis, juga alat tulis. Jangan lupa memberi label pada buku dan menamai filekomputer, dan simpanlah di hard drive, USB juga file hosting seperti dropbox untuk berjaga-jaga. Simpanlah guntingan surat kabar atau majalah pada sebuah map, atau ditempel pada buku besar seperti kliping agar memudahkan kamu jika memerlukannya. Lebih baik menyimpan hasil riset di buku terpisah dengan buku draft agar lebih rapi.
2. Buat biodata tokoh utama
Sebelum menulis novel, buatlah biodata tokoh utama. Tulislah sedetil mungkin mulai dari nama lengkap, tempat tanggal lahir, warna rambut, makanan kesukaan, sampai penyanyi favoritnya. Informasi detil tokoh kelak akan kita perlukan dalam proses penulisan draft novel.
3. Buat Outline Plot
Buatlah urutan kejadian secara garis besar. Outline plot novel biasanya akan terbagi menjadi bab/chapter. Kejadian penting pada awal, tengah dan akhir cerita juga harus ditulis. Meskipun penulis tidak diharuskan untuk membuat detil dalam outline, semakin terencana dengan baik, maka proses penulisan akan semakin lancar. Merencanakan plot lebih awal juga akan menghemat waktu revisi.
4. Menjelaskan Latar
Menuliskan detil latar/seting pada saat merumuskan outline akan menghemat waktu penulis saat menulis nanti. Penulis tidak perlu pusing memikirkan latar tempat, misalnya, karena sudah dijelaskan dengan detil sewaktu membuat outline. Penulis harus memahami latar tempat secara detil, misalnya lokasi gedung A berada di daerah mana, berapa lantai, bagaimana bentuk bangunannya, apa saja fasilitasnya dan tempat hang out terdekat dari gedung tersebut. Pada saat menulis draft, penulis akan fokus pada karakter dan action.
5. Mengumpulkan informasi penting dengan melakukan riset
Jika penulis memerlukan riset untuk plot, karakter, cerita, atau latar, misalnya, lakukan sebelum memulai menulis. Jika novelmu mengambil setting era penjajahan Belanda, buatlah riset tentang kejadian penting masa itu untuk menduking cerita. Carilah buku tentang era penjajahan Belanda, bagaimana cara orang berpakaian pada masa itu, dan sebagainya.

Jika ingin menulis cerpen, langkahnya adalah sebagai berikut :

Tema

Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini. Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.

Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.


Tempo Waktu

Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda.

Konflik

Certita pendek anda setidaknya harus memunculkan konflik, baik konflk hati dari tokoh, konflik antar tokoh dan konflik tokoh dengan lingkungan. Tujuannya adalah memberikan kesan pada cerita pendek anda lebih hidup dan menarik. 

Perbanyak Deskripsi

Cerita pendek akan lebih hidup dengan deskripsi yang banyak dan akurat. Deskripsi yang baik itu adalah deskripsi dari suatu keadaan yang nyata. Deskripsi dari khayalan tidak diharamkan namun pendeskripsian berdasarkan khayalan dituntut untuk lebih hati-hati dalam bentuk tulisannya karena jika tidak, pembaca akan sulit membayangkan apa yang anda tulisan

Setting

Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda, maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. Sebagai contoh, beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua, tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi.

Perencanaan Cerpen

Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita.
Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang hilang, dan sebagainya.
Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb.

Ketika Anda selesai menulis, selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras Anda dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca Anda.

Penokohan

Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak.

Dialog

Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda, sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema, ambil langkah tegas dengan menghapusnya.

Alur

Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap, artinya harus ada pembukaan, pertengahan cerita dan penutup. Akan tetapi, Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita, sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat, dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif, bukannya terpesona. Jangan pula membuat "twist ending" (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini, usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita tentang kriminalitas, jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca.

0 comments:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41

Posting Komentar

Terima kasih ya atas comment Sahabat:)

 
Photobucket