Apapun yang menenteramkan hati kalian, itulah kebaikan;)

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Pasca Kebakaran di Komplek Wisata Candi Prambanan

Hari - hari sibuk karena bersilaturahim lebaran akhirnya usai juga. Besok Senin, 28 September 2009, insya allah semua aktifitas masyarakat akan mulai normal seperti biasanya. Yang jadi PNS, sudah mulai masuk kantor (kalau nggak nambah liburnya), yang jadi murid, sudah masuk sekolah dll. Pedagang-pedagang pun banyak mendapat keuntungan saat lebaran ini. Banyak konsumen yang memborong baju, makanan dllsb. Sehingga pedagang pun merasa senang karena mendapatkan laba yang lebih dibanding hari-hari biasanya.

Namun berbeda halnya dengan para pedagang yang berada di komplek taman Candi Prambanan. Pasalnya, malam Minggu kemaren, 26 September 2009, sebagian besar kios mereka terbakar bersama dengan barang dagangan didalamnya. Barang-barang dagangan yang berupa pakaian, souvenir-souvenir, barang-barang kerajinan dll pun habis menjadi abu. Bahkan ada juga pedagang yang kehilangan uang modal yang diletakkan di dalam kiosnya, tidak tanggung-tanggung, 40 juta rupiah. Ada juga pedagang yang baru saja kulakan barang dagangan, tetapi barang dagangannya ikut raib bersama kiosnya.

Menurut informasi, api berasal dari hubungan pendek arus listrik. Api bermula dari salah satu kios, lalu merembet ke kios-kios lain disekitarnya. Hal tersebut baru diketahui kala api mulai membesar. Maklum, saat-saat itu para pedagang sudah pada pulang. Setelah kebakaran berlangsung beberapa saat, mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api yang mulai menyebar. Akhirnya api pun dapat dipadamkan. Alhamdulillah tidak semua ruko di komplek wisata ini habis terbakar. Beberapa diantaranya selamat dari aksi si jago merah ini. Berikut gambar yang saya ambil tadi pagi, pasca kebakaran.








Para pedagang sibuk memunguti sisa-sisa barang dagangan yang masih bisa dimanfaatkan. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang tidak menemukan sisa-sisa dagangan karena 100% telah habis. Alhasil, mereka mengumpulkan besi-besi sisa bangunan yang masih bisa dijual. Ada juga sebagian yang mengalami luka karena peristiwa itu, tetapi saya tidak tahu persisnya berapa.

Barangkali hanya ini info yang bisa saya tulis, untuk lebih jelasnya silakan googling and surfing sampai mendapat info yang sekomplit-komplitnya.

Akhir kata, Hikmah apa yang dapat kita ambil dari peristiwa ini ?
Silakan dan mari kita renungkan bersama-sama. . .







Baca Selengkapnya......

Isra' Mi'raj dan Hakikat Shalat

Allah berfirman dalam pembukaan surah Al Isra’:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Dari ayat ini bisa kita ambil beberapa pelajaran:

Pertama, bahwa yang Allah isra’kan adalah hamba-Nya (abduhu). Kata hamba maksudnya adalah Rasulullah saw. Ini merupakan deklarasi dari Allah bahwa Rasulullah saw. adalah contoh hamba-Nya. Dialah yang harus dicontoh untuk mencapai derajat kehambaan. Tidak ada yang pantas diidolakan dalam perjalanan menuju Allah kecuali Rasulullah saw. Mengapa? (a) Allah memuji akhlaknya: “Wa innaka la’alaa khuluqin adziim (Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung)” (QS. Al Qalam:4). (b) Rasulullah saw. dijamin masuk surga, maka siapa yang ingin masuk surga tidak ada pilihan keculi dengan mencontohnya. (c) Perbuatan Rasulullah adalah terjemahan hidup dari Al Qur’an. Maka tidak mungkin seseorang paham maksud Al Qur’an tanpa merujuk kepada sirahnya.

Kedua, bahwa isra’ mi’raj ini terjadi hanya semalam. Kata lailan pada ayat di atas, yang artinya “pada suatu malam” adalah penegasan terhadap makna tersebut. Dari sini nampak bahwa kejadian Ira’ mi’raj adalah mu’jizat. Sebab perjalanan sejauh itu di tambah lagi dengan naik ke langit lapis tujuh sampai ke sidratul muntaha adalah jarak yang tidak mungkin ditempuh dengan kendaraan apapun yang dimiliki manusia baik pada saat itu maupun pada zaman teknologi yang sangat canggih seperti sekarang ini. Untuk mencapai bintang terdekat saja dari bumi dengan mengendarai pesawat tercepat di dunia “Challanger” dengan kecepatan 20 ribu km perjam, para ilmuwan mengatakan itu membutuhkan 428 tahun. Sungguh luar biasa kejadian isra’ mi’raj sebagai bukti keagungan Allah sekaligus, sebagai bukti bahwa manusia bagaimana pun pencapain keilmuannya masih tetap tidak ada apa-apanya dibanding dengan kemahakuasaan Allah swt.

Ketiga, Diikatnya antara dua masjid: masjid Al haram dan masjid Al Aqsha menunjukkan beberapa hal: (a) bahwa Allah swt. sangat mencintai masjid. (b) bahwa semua bumi ini diciptakan oleh Allah untuk tempat bersujud. (c) bahwa semua masjid di manapun berada adalah sama, milik hamba-hamba Allah. (d) bahwa siapapun yang mengaku beriman ia pasti mencintai masjid dan meramaikannya. Allah berifirman: “Yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At Taubah:18). Karena dalam sejarah kita menyaksikan nabi saw. selalu membangun masjid setiap singgah di suatu tempat.

Keempat, kata masjid identik dengan ibadah shalat. Dan perjalan Isra’ mi’raj juga identik dengan penerimaan ibadah shalat, langsung dari Allah swt. Tidak ada ibadah dalam Islam yang diserahkan langsung oleh Allah kepada Rasulullah saw. kecuali shalat. Selain shalat semua ibadah diterima melalui malaikat Jibril alahissalam. Dari sini nampak betapa agungnya ibadah shalat. Dalam pembukaan surah Al Mu’minuun ketika Allah swt. menyebutkan ciri-ciri orang mu’min yang bahagia, penyebutan itu dimuali dengan shalat “alladziina hum fii shalaatihim khaasyi’uun” dan ditutup dengan shalat “walladziina hum ‘alaa shalawaatihim yuhaafidzuun”. Para ulama tafsir ketika menyingkap rahasia ayat ini mengatakan bahwa itu menunjukkan pentingnya shalat. Bahwa shalat merupakan barometer ibadah-ibadah yang lain. Bila shalat seseorang baik, maka bisa dipastikan ibadah-ibadah yang lain akan ikut baik. Sebaliknya bila shalat seseorang tidak baik, maka bisa dipastikan ibadah-ibadah yang lain tidak akan baik. Itulah makna ayat: “Innash sholaata tanhaa ‘anil fahsyaai wal mungkar (sesungguhnya shalat pasti akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar)” (QS. Al Ankabuut: 45).

Di hari Kiamat pun kelak demikian. Shalat tetap menjadi barometer ibadah-ibadah yang lain. Karena itu Nabi saw. bersabda: “Awwalu maa yuhasabu bihil ‘abdu yaumal qiyaamati ashshalaatu (yang pertama kali kelak di hisab pada hari Kiamat adalah ibadah shalat)”. Wallahu a’lam bishshawab.

Sumber : Dakwatuna

Baca Selengkapnya......

Klaten, Kereta Pramex Menabrak Minibus

Klaten (5/7/2009) - Sebuah insiden terjadi antara KA Pramex (Prambanan Express) dengan sebuah minibus (dari Perusahaan Otobus Hadi Mulyo Purwo Atmojo) di Ceper, Klaten. Sebanyak 11 orang penumpang minibus tersebut tewas. Minibus tersebut dikabarkan sedang mengangkut rombongan tamu dari Brontok Jati Sumberlawang Kabupaten Sragen. Mereka bermaksud menghadiri sebuah acara pernikahan di Klaten, Jawa Tengah.

Menurut informasi, insiden terjadi sekitar pukul 10.20 Waktu Indonesia Barat. Selain menabrak bus, kereta api juga menabrak sebuah sepeda motor. Bus terseret hingga jarak 500 meter dari lokasi. "Saat melewati perlintasan kereta api tanpa palang, ada sepeda motor yang mogok di tengah jalan. Karena menunggu sepeda motor yang mogok, minibus terjebak di rel. Apalagi posisi relnya menanjak." kata salah satu korban selamat, Suroso, Minggu siang.


Saat ini, kesebelas jenazah korban disemayamkan di ruang jenazah RSUD Klaten. Sementara 14 lainnya yang mengalami luka-luka sedang dirawat di RS Islam Klaten.
Sampai saat ini kereta dan minibus yang ringsek belum bisa dievakuasi dari tempat kejadian. Petugas Kereta Api sedang berusaha memindahkan dua kendaraan tersebut dari rel dan para penumpang kereta sudah dialihkan ke kereta lainnya.

Sementara itu, Pemilik Perusahaan Otobus Hadi Mulyo Purwo Atmojo disebut-sebut telah sengaja merugikan PT Kereta Api. Namun, dia mengatakan bahwa kondisi busnya saat akan berangkat baik-baik saja. Sopirnya pun termasuk yang berpengalaman. “Semuanya baik-baik saja saat akan berangkat. Bus itu juga sering disewa masyarakat sekitar untuk berbagai keperluan,” jelasnya.

Karenanya, dia menolak jika disebut sudah sengaja merugikan PT Kereta Api Indonesia akibat kecelakaan di Klaten kemarin. Dia menyebut kecelakaan adalah hal yang tidak bisa diperkirakan. “Kecelakaan itu di luar kehendak kita. Itu sudah takdir Tuhan. Jika kemudian kecelakaan berakibat merusak bantalan rel atau fasilitas lain milik KAI, saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” ujarnya.

Dia sendiri sudah menyerahkan permasalahan ini kepada Bupati Sragen Untung Wiyono. Bupati Untung, sebutnya, sudah berjanji akan membantu. “Bupati akan meluruskan kesalahpahaman ini dengan KAI. Beliau juga menganggap saya sebagai korban,” lanjutnya.

Purwo juga mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Selain bus yang sudah rusak parah, dia juga sudah mengeluarkan biaya untuk keluarga pasien yang menunggu di Klaten. “Saya juga sudah memberikan uang duka ke keluarga korban. Sekarang malah ditambahi beban dengan tuntutan KAI. Sebaiknya tidak begitu (tidak menuntut),” dia berharap.

Sementara itu, Safarudin, Humas Jasa Raharja Jawa Tengah menyatakan setiap korban meninggal akan mendapat santunan Rp 25 juta. Sedangkan perawatan di rumah sakit akan dijamin hingga Rp 10 juta. “Akan kami serahkan besok langsung ke rekening mereka,” jelasnya.

Wangsit Sungkono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Sragen menyebut masih ada dua warga Sragen yang dirawat di ruang ICU. Sementara lima lainnya dirawat di RSI Klaten. “Kami akan memindahkan seluruh korban yang dirawat di RSI Klaten ke Sragen, kecuali yang di ICU. Ini untuk memudahkan penjagaan oleh keluarga pasien,” jelasnya. Warga yang masih dirawat adalah Suyamto, Nur Hidayati (keduanya di ICU), Naryo, Eko Mulyono, Zulfi, Wagiyanti, dan Kartini Sugiyamto.

Baca Selengkapnya......
 
Photobucket