Apapun yang menenteramkan hati kalian, itulah kebaikan;)

Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan

Selamat Idul Fitri 1430 H

Assalamu'alaikum wr wb

Di hari yang penuh kemenangan ini, setelah kita menunaikan puasa Ramadhan sebulan penuh cepatnya, saya mengucapkan :

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H

kepada sobat-sobat semua, yang di Klaten, Jogja, Solo dan sekitarnya, serta sobat blogger yang ada di seluruh Indonesia yang merayakannya.

Saya, Agus, meminta maaf yang sebesar-besarnya atas postingan, komentar serta pesan yang tidak menyenangkan.

Taqoballohu Minna Wa Minkum Taqobal Ya Karim, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Alloh SWT, dan kita dimasukkan dalam golongan umatNya yang beruntung, yakni golongan umat yang diterima amal ibadahnya dan tidak termasuk kedalam golongan yang merugi, yaitu golongan umat yang ditolak amal ibadahnya.

Semoga setelah Ramadhan ini, semua aktifitas yang saya serta sobat lakukan mengalami perbaikan dan peningkatan dari hari-hari sebelumnya. Meningkat pula kualitas diri kita dari hari kemarin. Sehingga semua kebaikan beserta kita semua. Amin.

Wassalamu'alaikum wr wb






Baca Selengkapnya......

Uniknya Angka 9

Sebagaimana kita tahu, angka 9 adalah angka terbesar dalam sistem bilangan. Hal ini tiada kaitannya dengan hal-hal yang bersifat klenik atau keberuntungan atau apa sajalah, tapi hanya bersifat opini dan pemikiran manusia saja. Angka 9 memiliki beberapa keunikan. Misalnya :

a. Ditinjau dari segi Matematika :
Dalam operasi perkalian dan penjumlahan, sebagai berikut :

1 x 9 = 09 ==> 0 + 9 = 9
2 x 9 = 18 ==> 1 + 8 = 9
3 x 9 = 27 ==> 2 + 7 = 9
4 x 9 = 36 ==> 3 + 6 = 9
5 x 9 = 45 ==> 4 + 5 = 9
6 x 9 = 54 ==> 5 + 4 = 9
7 x 9 = 63 ==> 6 + 3 = 9
8 x 9 = 72 ==> 7 + 2 = 9
9 x 9 = 81 ==> 8 + 1 = 9
10 x 9 = 90 ==> 9 + 0 = 9

Keunikan lainnya adalah, jika sembilan atau kelipatan sembilan dikalikan dengan angka 12.345.679, maka hasilnya adalah sebagai berikut :

12.345.679 x 09 = 111.111.111
12.345.679 x 18 = 222.222.222
12.345.679 x 27 = 333.333.333
12.345.679 x 36 = 444.444.444
12.345.679 x 45 = 555.555.555
12.345.679 x 54 = 666.666.666
12.345.679 x 63 = 777.777.777
12.345.679 x 72 = 888.888.888
12.345.679 x 81 = 999.999.999


b. Dari jumlah wali yang menyebarkan agama Islam di Jawa, disebut wali songo, yang berjumlah 9 yakni :
1. Maulana Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel
3. Sunan Bonang
4. Sunan Drajat
5. Sunan Kudus
6. Sunan Giri
7. Sunan Kalijaga
8. Sunan Muria
9. Sunan Gunung Jati

c. Susilo Bambang Yudoyono lahir pada tanggal 9 bulan 9 tahun 1949. Mungkin karena itulah ia memuja angka 9. Konon atas kekuasaannya, pemilu legislatif yang semula dijadwalkan pada 5 April 09 kemudian pun diundur menjadi 9 April 09.

Namanya pun masuk dalam daftar tokoh berpengaruh dunia versi Majalah Time dengan nomor urut 9.

d. Bagi masyarakat China di manca negara, tanggal 9 September 2009 atau disingkat 09/09/09 memiliki makna khusus. Di Amerika Serikat dan Singapura, misalnya, banyak pasangan keturunan China memutuskan menikah di hari ini karena tanggal serba 9 memiliki makna khusus.

"Kami memilih tanggal itu karena pengucapan kata sembilan dalam bahasa Mandarin juga berarti panjang umur," kata seorang calon pengantin bernama Silin Trenh, yang bersama calon suaminya adalah warga Amerika keturunan China, seperi dikutip laman harian New York Daily News.

Para kaisar dari berbagai dinasti di China begitu memuja angka sembilan sehingga kompleks Istana Kaisar atau Kota Terlarang di Beijing konon memiliki 9.999 ruangan.

e. Di USA ada paket pernikahan seharga 99.99 dollar pada tanggal 09-09-09 kemarin. Jumlahkanlah 09-09-09 maka hasilnya tetap angka 9 — dari 27; 2+7=9.

Nomor sembilan sering dianggap sebagai angka keberuntungan. Produser film Fokus Features kemarin merilis film baru berjudul “9″, sebuah film animasi tentang kiamat. Numerolog, yaitu orang-orang yang mempercayai kekuatan di balik simbol angka-angka di luar pengetahuan nyata, percaya bahwa ada kekuatan mistik dalam kombinasi angka-angka. Mereka percaya komposisi 09-09-09 memiliki kekuatan berkah.

Tanggal 9 September merupakan hari ke-252 dalam satu tahun, yang kalau dijumlahkan 2 + 5 + 2 = 9. Secara historis, para kaisar Cina juga mengagumi angka 9, berbagai bentuk arsitektur dan pakaian mereka banyak yang melambangkan angka sembilan.

===========

Yup, itu semua hanyalah sebuah gambaran pemikiran manusia tentang bilangan 9. Namun jangan mengait-ngaitkan dengan sebuah keberuntungan atau pun kesialan yang berkaitan dengan angka tersebut. Postingan ini hanyalah bersifat informasi tentang opini yang ada di luar sana.

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya." (Q.S.
17:36)



Diadaptasi dari : viva news, wikipedia, blog berita,




Baca Selengkapnya......

Mau?

Ingin Nilai Berlipat Ganda...?

Insya Allah di Bulan Yang Penuh Berkah Ini Anda Bisa Mendapat Nilai Yang Berlipat-Lipat Dari Allah SWT

Ayo belajar bersama dan menyimak bersama tips trik agar bisa mendapat nilai berlipat ganda,
yang akan disampaikan dari narasumber-narasumber terkemuka…

Mari bersama-sama kita memanfaatkan waktu yang penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya !

Mari dapatkan nilai yang banyak di bulan ini !

Ingin tahu bagaimana caranya?
Baca halaman ini hingga tuntas!

Ust. Arifin Ilham

Assalamu'alaikum Wr Wb Puasa adalah diam, tentu bukan sembarang diam, bukan takut kebenaran, bukan karena bodoh, tetapi diam adalah bernilai ibadah karena sedang berpuasa.

Kalau diamnya saja bernilai ibadah apalagi kalau beraktivitas ibadah dan beramal sholeh, membaca Al-qur’an, menuntut ilmu, sedekah, mencari nafkah yang halal sampai berda’wah.

Maka sungguh pantaslah mereka berpuasa mendapat nilai berlipat ganda dari Allah SWT. Subhanallah….

Diamnya orang mukmin adalah tafakur dan tadabbur,”


Aa’ Gym

Semua amal anak Adam dapat dicampuri hawa nafsu kecuali Shaum (puasa). Maka sesunguhnya shaum itu untuk-KU dan AKU (Allah SWT) sendiri yang akan membalas (H.R Bukhari Muslim).

Pernahkah Anda melihat seekor ulat bulu ? Bagi kebanyakan orang ulat bulu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat bulu ini ternyata tidak lama. Pada saat nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masuk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud yang lain : ia menjelma menjadi seekor kupu – kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu – kupu dengan sayap yang beraneka hiasan insah alami ? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya sebagai hobi ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.
Semua proses itu memperlihatkan tanda – tanda ke-MahaBesaran Allah. Menandakan betapa teramat mudah bagi Allah Azza wa Jalla untuk mengubah sesuatu dari hal yang menjijikkan buruk dan tidak disukai menjadi sesuatu yang indah dan dapat membuat orang senang memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubahan yang sudah di atur dan aturan pun ditentukan oleh Allah baik dalam bentuk aturan atau hukum alam maupun berdasarkan hukum yang disyariatkan kepada manusia yakni Al-Qur’an dan Al-HAdits.

Jika proses metamorfosa ini diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia, maka saat dimana manusia dapat menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah dan momen yang tepat untuk terlahir kembali adalah ketika memasuki bulan suci Ramadhan. Bila kita masuk ke dalam “Kepompong” Ramadhan lalu segala aktifitas kita cocok dengan “metamorfosa” dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan; yakni manusia yang berderajat muttaqin yang memiliki akhlaq yang indah dan mempesona. Inti dari ibadah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman : “Dan adapun orang – orang yang takut kepada kebesaran Tuhan dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu, maka sesungguhnya surgalah tinggalnya.”

Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

Mochamad Bugi

Ramadhan punya makna tersendiri di hati umat Islam. Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah (wisata rohani). Umat Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan riyadhatur ruhiyah (olah rohani).

Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]







Jadi, amalan-amalan apa saja yang akan mengantarkan kita ke nilai-nilai yang telah dijanjikan Allah SWT?

1. Berpuasa (Shiyam)

Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)

Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Nb: Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

4. Berdakwah

Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas. Karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat zhuhur, ashar, dan subuh di musholah atau masjid. Bisa juga menjadi penceramah di waktu tarawih. Jika tidak bisa berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang Anda temui. Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel dari majalah, fotocopy, lalu sebarkan. Insya Allah, berkah.

Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih serius lagi. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, sesungguhnya Anda sedang melatih diri untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah saw., mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

5. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)

Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”

Jadi, silakan Anda qiyamul ramadhan sesuai dengan kadar kemampuan dan antusiasme Anda.

6. I’tikaf

Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”

Mudah-mudahan Anda bukan dari golongan yang kebanyakan itu.

7. Lailatul Qadar

Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

8. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

9. Memperbanyak Taubat

Selama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

Ya, itulah beberapa metode untuk menjaring pahala sebanyak-banyaknya di bulan ini. Untuk metode-metode yang lainnya,

“Telah datang kepadamu Ramadhan, bulan penuh berkah, Allah meliputi kalian dalam bulan tersebut, rahmat diturunkan, dosa-dosa dihapuskan dan do’a-do’a dikabulkan. Allah melihat kalian semua berlomba-lomba dalam bulan itu, maka Dia merasa bangga terhadap kalian dan para malaikat. Maka perlihatkanlah segala macam kebaikan diri kalian di hadapan Allah. Sebab orang yang celaka adalah orang yang terhalang mendapatkan rahmat Allah pada bulan tersebut.”
(HR. Ath-Thabrani)

Ternyata banyak sekali cara memperoleh pahala di bulan Ramadhan. Tergantung mau apa tidaknya kita.

INGAT!!!

Sudah 13 hari kita menjalani Ramadhan. Jadi tinggal berapa hari lagi sisa Ramadhan kali ini ? Silakan hitung sendiri.

Semakin segera kita memanfaatkan waktu yang mulia ini untuk banyak beribadah dan beramal, semakin banyak kebaikan dan nilai yang insya allah akan kita peroleh.

Jadi tunggu apa lagi?





Apa hanya pahala yang berlimpah yang akan Anda dapatkan? Tentu tidak!

Selain pahala yang akan kita dapatkan, kita juga akan mendapatkan ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Kita akan bertambah rasa percaya diri dalam setiap aktifitas kita karena kita yakin akan dimudahkan semua urusan kita. So, kita luruskan niat untuk beramal dan berbuat baik di bulan ini semata-mata hanya untuk menggapai ridho Ilahi, bukan untuk yang lain. Insya allah kita akan mendapat semua kebaikan yang disediakan Allah di bulan ini, Amin…

Yap, mari bersama-sama manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya ya J








Baca Selengkapnya......

Padusan

Alhamdulillah, besok Sabtu sudah masuk bulan Ramadhan ya Waktu yang dinanti akhirnya datang juga. Mari kita sambut kedatangannya dengan hati yang lapang dan penuh suka cita
Sebelum memasuki bulan Ramadhan, yakni akhir bulan Sya’ban, banyak masyarakat pedesaan yang melakukan tradisi sadranan/nyadran dan juga padusan.

Sadranan atau yang juga disebut nyadran adalah sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat pedesaan menjelang bulan puasa yang tujuannya antara lain untuk menghormati arwah-arwah leluhur, untuk berkumpul dan bertemu sanak kerabat yang jauh dan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Makna dari sadranan itu sendiri adalah sebagai manusia harus selalu ingat jika hidup itu pada hakikatnya saling bersama satu dengan yang lain, saling bersama sampai akhir hidup nanti

Jadi hidup harus berhati-hati dalam setiap tindakan, jangan sampai merugikan atau menyakiti yang lain. Meski banyak yang menyatakan bahwa sadranan adalah sesuatu hal yang bid’ah menurut agama, tetapi masih banyak yang melakukannya karena hal tersebut telah menjadi bagian dari tradisi daerah. Wallohu alam.

Suasana Sadranan; Gambar diambil dari sini
Maaf, belum punya gambar originalnya, soalnya pas sadranan kemarin saya tidak dirumah

Tradisi yang lain yang juga kerap dilakukan menjelang Ramadhan adalah padusan. Padusan berasal dari kata “adus” dalam bahasa jawa, yang artinya mandi. Jadi padusan adalah kegiatan mandi dengan maksud untuk menyucikan diri dari hadas kecil maupun besar, agar dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dalam keadaan suci lahir dan bathin. Hal tersebut bertujuan agar ibadah yang dilakukan dapat terkondisi dengan baik

Suasana Padusan di Pemandian Umum Jolotundo, Jatinom, Klaten

Padusan dilakukan dengan mandi keramas / mandi besar / mandi wajib. Kegiatan itu biasa dilakukan dirumah atau ditempat-tempat sumber air, dengan menggunakan air suci yang menyucikan. Namun banyak juga yang melakukan padusan ditempat-tempat pemandian umum. Tapi dimanapun tempatnya, selama itu tidak menerjang aturan agama, tentu tetap diperbolehkan. Misalnya di pemandian umum yang terpisah antara laki-laki dan wanita, tidak boleh bertelanjang bulat didepan umum. Satu yang harus tetap diutamakan adalah hakikat dan tujuan padusan itu sendiri agar jangan sampai luntur atau bahkan berganti dengan kepentingan nafsu syahwat manusia untuk saling mempertontonkan aurat secara massal

Suasana Padusan di Umbul Susuhan, Jatinom, Klaten

Selain mandi yang bermakna membersihkan diri dari segala hadas kecil maupun besar, masyarakat juga memaknai padusan lebih jauh lagi, yaitu dari segi rohaniyah. Hal tersebut dapat kita saksikan bahwa menjelang Ramadhan pada hari padusan itu sendiri banyak warga yang saling meminta maaf satu dengan yang lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk meringankan beban rohaniyah agar perjalanan ibadah Ramadhan menjadi lebih lancar. Wallohu alam...

Ya, itulah tradisi-tradisi yang masih dilakukan kebanyakan masyarakat, termasuk di daerah saya. Ingat, itu semua
hanyalah tradisi, bukan ajaran agama, apalagi ada yang mengklaim itu adalah ajaran Islam, itu SALAH. Semoga bisa memberi wawasan bagi sobat semua
.
Marhaban Yaa Ramadhan...

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(QS. Al Baqarah : 183)





Baca Selengkapnya......

Dirgahayu Indonesiaku, Marhaban Yaa Ramadhan


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kita kasempatan sehingga kita masih bisa menikmati segala karuniaNya hingga detik ini. Sudah 64 tahun negri kita tercinta ini lepas dari belenggu penjajah. Selama itu apakah kita hanya tidur pulas menikmati kemerdekaan? Tentunya tidak ya. Didalam kemerdekaan tersebut kita berusaha mengisinya dengan berbagai macam perbaikan di segala bidang. Mengolah sumber daya alam, meng-up grade sumber daya manusia serta memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, Alloh Subhanahu wa ta’ala.

Sebagaimana kita tahu, kemerdekaan yang kita raih bukan semata-mata hadiah dari penjajah, melainkan karena usaha keras dan perjuangan tak kenal menyerah yang dilakukan oleh para pahlawan kita, sebagaimana perjuangan Rasulullah SAW dalam melawan para kafir yang melawan dan menyerang Islam.

Perjuangan yang mereka lakukan tidak kenal lelah dan pantang menyerah sedikit pun meski dalam upaya tersebut mereka harus mengorbankan harta dan jiwa. Mereka juga setia memperjuangkan hak-hak mereka. Tidak sedikit pun tergiur oleh “penawaran-penawaran khusus” yang ditawarkan oleh lawan, meskipun nyawa taruhannya. Seperti para sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang setia pada beliau. Walau mereka diiming-imingi oleh berlimpahnya kenikmatan dunia, tetapi mereka tetap bersikukuh dengan perjuangan mereka meskipun akhirnya nyawa sebagai penebusnya. Ya, seperti itulah garis besar perjuangan pahlawan-pahlawan kita.

So, sekarang kemerdekaan pun telah berada dalam genggaman. Kita tinggal mengisinya dengan hal-hal yang bisa menjunjung tinggi kemerdekaan yang telah susah payah diperjuangkan para pendahulu kita. Sebagai pelajar, isilah kemerdekaan dengan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh. Yang sudah bekerja, bekerjalah dengan serius sehingga keberhasilan dapat tercapai. Niatkan semua itu untuk ibadah kepada Allah. Bukankah kemerdekaan ini adalah amanah dari pejuang-pejuang kita? dan menjaga amanah itu adalah ibadah bukan? So, tinggal apa lagi, lakukan semua untuk mengisi kemerdekaan ini dengan perbaikan

Semangat dan semangat! Meski kadang semangat turun, tapi segera bangkitkan lagi. Melangkah dan melangkah! Meski kadang lelah, istirahat dulu sebentar, kalau sudah baikan, melangkah lagi. Mari kita bersama-sama menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya, niatkan semua untuk ibadah, niscaya semua yang kita lakukan akan terasa lebih bermakna. Ingat pesan sahabat Ali bin Abi Thalib, ra, "Ketika kau merasa letih dalam berbuat kebaikan, maka sesungguhnya letih itu sendiri akan hilang sedangkan kebaikannya akan tetap kekal..." Apalagi sekarang sudah menjelang bulan suci Ramadhan. Waktu yang paling dinanti umat muslim sedunia. Yang Muslim, bergembiralah menyambut datangnya Syahrul Mubarraq ini. Karena di bulan tersebut, Allah melipat gandakan semua nilai ibadah dan kebaikan yang kita lakukan. Ibarat orang berdagang, ini adalah lahan yang luar biasa bagusnya untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Senyumlah menyambut bulan suci ini, senangkan hatimu. Rasul sendiri telah berpesan, "Barang siapa yang bergembira dan senang menyambut bulan suci Romadhon, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka"
(HR. Bukhori & Muslim).

Oke, tinggal beberapa hari lagi Ramadhan kan hadir ditengah-tengah kita. Besok tepat hari kemerdekaan kita dan malam sebelumnya biasa ada acara tirakatan. Dalam tirakatan itu sendiri diharapkan kita memikirkan dan merenung tentang segala hal yang masih perlu kita perbaiki setahun ini, mengingat-ingat kekurangan dan kesalahan kita sendiri dan berusaha memperbaikinya di waktu yang berikutnya. Maka dari itu, mari kita mengucap syukur bersama-sama “Alhamdulillah”. Semoga Allah menjadikan negeri ini menjadi negeri yang makmur, aman dibawah lindungan Allah SWT, sebagaimana negeri yang dipimpin Rasulullah SAW.
Marhaban Yaa Ramadhan, MERDEKA!!!



Baca Selengkapnya......

Bersyukur dan Bahagia


Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.

Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. "Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?"

Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.

"Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang," terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.

Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.

Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, "Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat."

Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.

Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, "Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini."

"Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?" tanya si pedagang.

"Silakan."

"Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?"

"Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini".
=======================================================
Alangkah indah dan sarat makna ya kisah tadi. Seorang pemuda yang senantiasa menyukuri apa-apa yang telah ia dapat setiap harinya. Dia senang jika dapat membantu orang lain. Teringat saya dengan sebuah sabda Rasul yang artinya "Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain"

Pesan dari Andrie Wongso "Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia."

Baca Selengkapnya......

Pemimpin Yang Adil

Alhamdulillah, Segala puji bagi Alloh yang telah menganugerahkan negri yang aman kepada kita semua hingga detik ini. Saat ini, di negri kita sedang gencar-gencarnya kegiatan politik pemerintahan yang dilakukan oleh para petinggi negara guna meraih kursi kepemimpinan.


Telah enam kali negeri kita ini berganti kepemimpinan. Soekarno, Suharto, Bacharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati SoekarnoPutri dan yang terakhir saat ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah berganti pemimpin-pemimpin tersebut, sudahkah nasib rakyat Indonesia membaik?

Jawabannya relatif. Ada yang memiliki sudut pandang positif bahwa saat diperintah oleh pemimpin yang ini, kehidupan rakyat membaik. Ada pula yang menilai bahwa sama saja dari dulu sampai sekarang.

Ya, itulah kondisi negara kita saat ini. Namun poin terpenting adalah, saat ini negara kita sangat membutuhkan "Pemimpin Yang Adil". Pemimpin yang mampu membawa perbaikan bagi seluruh umat, khususnya di Indonesia. Saat ini para calon pemimpin kita sedang giat-giatnya mempersiapkan diri mereka agar rakyat bersedia memilih mereka sebagai pemimpin nantinya.


Pemimpin Yang Adil memang sangat diharapkan rakyat saat ini. Telah cukup lama rakyat merasakan susah penderitaan hidup. Telah banyak pula mereka merasakan ketidakadilan yang dilakukan oleh sebagian oknum pemerintahan. Mereka berpendapat bahwa para pemimpin di atas sana hanya mementingkan kepentingannya sendiri, mengabaikan keluh kesah yang diteriakkan rakyat selama ini. Harapan-harapan yang dahulu pernah muncul melalui lisan pemimpin, kini tiada pernah terealisasi. Akibatnya saat ini negeri kita mengalami krisis kepercayaan.

Itulah sekilas gambaran tentang pandangan rakyat terhadap para pemimpin di negeri kita hingga saat ini.

Sebenarnya apa yang menjadi motif para calon pemimpin untuk meraih kursi kepemimpinan? Kekuasaankah? Harta benda yang berlimpah?


Seharusnya mereka meneladani sifat kepemimpinan Rasulullah Saw saat menjadi pemimpin negara. Adalah Rasulullah SAW yang hidupnya berada dalam kemiskinan pada masa beliau menjadi kepala negara Islam di Madinah. Ibunda kita Aisyah Ra pernah bercerita keluarga Rasulullah SAW selama dua bulan purnama tungku api dapur di rumah istri-istri beliau tidak menyala. Rasulullah SAW dan keluarga beliau selama itu setiap hari hanya makan dan minum dengan kurma dan air yang tidak jernih. Tatkala pagi tidak ada makanan di rumah beliau pun berpuasa dan tidak pernah mengeluhkan keadaan tersebut.

Kehidupan Rasulullah yang bersahaja bukan karena beliau malas bekerja, bahkan beliau seorang pekerja keras dan cerdas. Rasulullah juga menjahit sendiri pakaian beliau yang sobek. Setiap pulang ke rumah belum ada makanan tersedia, beliau pun langsung menyingsingkan lengan bajunya sambil tersenyum membantu istrinya di dapur. Sewaktu muda beliau seorang pedagang yang kaya dan terpercaya karena keamanahan dan kejujuran beliau. Semenjak beliau diangkat Allah SWT menjadi Rasul, seluruh harta dan kekayaan beliau diinfakkan untuk kepentingan dakwah dan negara Islam.


Berbeda dengan sifat Rasulullah yang penyabar dikala sempit harta dan senantiasa langsung berinfak ketika mendapatkan harta, saat ini kita melihat fenomena banyak orang gila harta. Suasana kehidupan materialistis saat ini membimbing orang-orang mencampakkan ajaran agamanya dan menjadikan harta sebagai panglima hidupnya. Bagaimanapun caranya yang penting bagi mereka adalah uang dan harta. Akibat perilaku ekonomi Kapitalis ini, banyak orang dirugikan bahkan harta rakyat dan negara pun mereka ambil hanya untuk memuaskan keserakahan mereka. Atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi orang-orang yang duduk di pemerintahan dan dewan perwakilan mengeluarkan kebijakan ekonomi liberal sehingga kehidupan rakyat semakin sempit dan miskin.

Oleh karena itu, saat ini rakyat banyak memohon  pada Tuhan disetiap doanya, agar mereka dikaruniai pemimpin yang adil nantinya. Pemimpin yang memiliki sifat seperti Rasulullah. Selalu menyeru agar taat pada Allah. Yang mampu memakmurkan umat saat masih hidup didunia ini hingga di akhirat nanti. Pemimpin yang membela nasib rakyat, yang memiliki sifat amanah dan tiada pernah mengecewakan rakyatnya. Mampu mengatasi rasa resah dan susah, penuh kasih dan sayang dan memiliki akhlak yang mulia.

Ya, pemimpin seperti itulah dambaan rakyat Indonesia saat ini. Pemimpin yang adil. Keadilannya tanpa pilih kasih. Pemimpin yang mengutamakan rakyatnya. Mampu merubah wajah-wajah yang memelas nelangsa menjadi gembira dan penuh semangat.

Tuhan, karuniakanlah kepada kami pemimpin yang sejati.
Semoga Engkau menjawab doa-doa kami melalui moment pemilihan pemimpin negeri ini, yang insya allah akan terlaksana segera. Amin







Baca Selengkapnya......

Mas Manto


Mas Manto. Begitulah panggilannya. Seorang pemuda desa Tinggen, Manjungan, Ngawen, Klaten, kelahiran '81.

Orangnya cerdas, pandai berkomunikasi, cekatan, pengertian, tidak banyak bicara tetapi lebih banyak bertindak, memiliki sifat kepemimpinan yang tidak diragukan.

Terakhir kuliah di sebuah PT terkenal di Jogja, dengan mengambil jurusan Bahasa Inggris. Setelah lulus, dia sempat merantau ke Pulau Dewata selama beberapa bulan. Dan yang terakhir aku tahu, dia menjadi petugas laundry di sebuah hotel berskala internasional di Jogja.

Karena pekerjaannya tidak tetap, dia tidak tentu masuknya. Dan akhirnya dia terlihat sering dirumah, tidak berangkat kerja. Satu minggu, dua minggu, satu bulan, sampai akhirnya sekitar 3 bulan dia hanya dirumah. Pikirku, "Kenapa Mas Manto nie, kok tidak kerja."

Terdapat rasa "pekewuh" kalau aku bertanya langsung padanya. So, aku tanya saja pada Mas Paidin, orang terdekat.

"Mas, kok Mas Manto tu sering di rumah ki apa gak kerja tho?" tanyaku.

"Aku yo gak ngerti kok , Le." jawab Mas Paidin.

=============================================================

Itulah sekilas latar belakang pekerjaan Mas Manto. Bagiku, dia adalah seorang figur kakak yang memiliki sifat "mengayomi". Dia juga bertanggung jawab sebagai ketua pemuda di desaku.

Hari demi hari berlalu, aku berkesempatan ngobrol dengannya. "Gimana, Mas? Sekarang?" maksudku bertanya tentang kegiatannya sekarang dan rencananya kedepan. "Ya begini ini, Le. Biar orang-orang menilai diriku 'orang berpendidikan tinggi kok cuma dirumah saja, nganggur'. Biarin mereka bilang gitu, wong kenyataannya memang seperti itu. Yang penting aku punya rencana, punya tujuan. Memang aku sekarang cuma nganggur." katanya.

"Dulu pernah, Mas Edy(seorang pemuda lain di desaku) ngajak aku untuk kerja sama dia, tapi akunya yang nggak mau. Setelah itu barangkali Mas Edy mikir 'wong ya gak ada kegiatan kok diajak kerja saja nggak mau'." katanya.

"Tapi prinsipku gini Le 'LEBIH BAIK MENUNDA KESENANGAN-KESENANGAN KECIL UNTUK KESENANGAN-KESENANGAN YANG LEBIH BESAR'. "kata Mas Manto.

"Maksudnya apa Mas?" tanyaku penasaran.

"Aku sedari lulus SMA, aku punya cita-cita, Le. Aku ingin pergi bekerja di Amerika" kata Mas Manto.

"Makanya, setelah lulus SMA, aku kuliah jurusan Bahasa Inggris sebagai bekalnya." sambungnya.

"Lha terus prosesnya gimana Mas itu?" tanyaku.

"Ya, dari dulu pikiranku selalu fokus ke arah situ. Yang penting fokus dan fokus. Aku sempat bekerja di Bali tu cuma sebagai sarana mencari pengalaman tok. Bekerja di hotel juga sebagai pengisi waktu sembari aku mempersiapkan segala bekal dan syarat-syarat untuk bisa kesana." katanya.

"Aku sudah menjalani beberapa test, wawancara dan semuanya Alhamdulillah aku lolos dengan lancar. Kemarin juga sudah mencari dokumen-dokumen sebagai syaratnya. Dah buat passport, cari BST, Seaman's Book, dan Alhamdulillah semua dah kelar." kata Mas Manto.

"Wah, ya sokur Mas. Sekarang tindak lanjutnya gimana?" tanyaku.

"Sekarang aku tinggal nunggu tanggal keberangkatannya saja Le. Besok tanggal 18 Maret Insya Alloh." jawab Mas Manto.

=============================================================

Singkat cerita, pada tanggal 17 Maret 2009 pukul 07.53, Mas Manto mengirimiku SMS.

"Le, aq mw brgkt skrg. Minta doanya, moga semuany lncr.."

"Gih Mas. Moga semua lancar sampai 7an.." balasku

"Amiin.." balasnya

=============================================================

Itulah kisahku mengenai Mas Manto. Seseorang yang cerdas menurutku.Dia mampu me-manage pikiran dan jiwanya, sabar dllsb.

Selamat jalan Mas!. Selamat menggapai cita. Moga selamat sampai akhirnya. Selalu dalam lindungan Alloh SWT. Amiin.



Baca Selengkapnya......

Fatamorgana

Sudah menjadi lumrah kehidupan di dunia
Cabaran dan dugaan mendewasakan usia
Rintangan dilalui tambah pengalaman diri
Sudah sunnah ketetapan ilahi

Deras arus dunia menghanyutkan yang terleka
Indah fatamorgana melalaikan menipu daya
Dikejar dicintai bak bayangan tak bertepi
Tiada sudahnya dunia yang dicari

Begitu indah dunia siapa pun tergoda
Harta pangkat dan wanita melemahkan jiwa
Tanpa iman dalam hati kita kan dikuasai
Syaitan nafsu dalam diri musuh yang tersembunyi

Pulanglah kepada tuhan
Cahaya kehidupan
Keimanan ketaqwaan kepadanya
Senjata utama

Sabar menempuh jalan tetapkan iman di hati
Yakinkan janji tuhan syurga yang sedia menanti
Imanlah penyelamat dunia penuh pancaroba
Hidup akhirat kita kekal selamanya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~^_^*^_^~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Itulah Lirik lagu dari Hijjaz yg berjudul Fatamorgana,
Coba resapi tiap2 baitnya, insya Alloh mengandung hikmah
yang dapat kita ambil.
Untuk versi mp3-nya, bisa di download disini



Baca Selengkapnya......

Laskar Pelangi

Laskar Pelangi

Baru saja aku menyaksikan film ini. Subhanalloh!!! Ceritanya penuh dengan hikmah, friends!!!


Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, anak2 murid SD Muhammadiyah tetap semangat menuntut ilmu,. Never Ending Learning daah pokoknya;))
Murid2 tsb adalah :
1. Ikal (tokoh aku)
2. Lintang (jenius boy)
3. Sahara (gadis perpendirian kuat)
4. Mahar (seniman)
5. A Kiong (teman dekat mahar)
6. Syahdan (anak nelayan)
7. Kucai (ketua kelas)
8. Borek aka Samson (samson)
9. Trapani (handsome boy)
10. Harun (punya kelebihan)
Yang belum menyaksikan, sempat2kanlah barang 2 jam u/ melihatnya! Insya Alloh dijamin penuh hikmah yg dapat diambil dech + bikin antum sekalian jadi tambah semangat. OK. Pesan pak guru dlm cerita ini : 

"HIDUPLAH UNTUK MEMBERI SEBANYAK-BANYAKNYA, BUKAN UNTUK MENERIMA SEBANYAK-BANYAKNYA"

u/ sinopsis cerita, baca http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi#Sinopsis

u/ cerita selengkapnya, silakan saksikan filmnya

Baca Selengkapnya......
 
Photobucket