Apapun yang menenteramkan hati kalian, itulah kebaikan;)

Demi Masa; 17 Tahun Hanya Untuk Tidur (Bagian 2)


...sesungguhnya sehari disisi Rabb adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (Qs. Al-Hajj : 47)

Pernahkah membayangkan, sebenarnya seberapa lamakah diri (umat akhir zaman) ini menikmati kehidupan didunia yang fana ini.
Sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwasannya kehidupan manusia ini hanyalah ibarat seseorang yang numpang minum saja.
Sebenarnya berapa lamakah, sampai dikatakan didunia ini hanya sekedar numpang minum saja?

Dalam ayat diatas dikatakan bahwasannya 1 hari menuut Allah adalah 1000 tahun menuut perhitungan kita. Maknanya, kita hidup tidak lebih dari 1/10 hari menurut perhitungan Allah.
Berapa lama kita hidup, berapa umur kita sebenarnya? Mari coba hitung bersama...
a. usia rata-rata manusia = 63 tahun x 365 hari/tahun x 24 jam/hari = 551.880 jam.
b. 1 hari menuut Allah = 1000 tahun menurut manusia.
c. 1000 tahun = 1000 tahun x 365 hari/tahun x 24 jam/hari = 8.760.000 jam
d. Jadi umur rata-rata manusia disisi Allah = 551.800 jam/8.760.000 jam = 0,0630 jam.


Bila dikonversi ke menit menjadi 3,78 menit !

Ternyata usia manusia yang rata-rata 63 tahun dan kebanyakan manusia terlena dikarenakan merasa itu adalah waktu yang lama. Namun disisi Allah itu adalah waktu yang sangat-sangat sebentar.
Jadi sedah berapa menitkah diri hidup di dunia ini dan sudah berapa menitkah waktu yang sudah berlalu yang diisi dengan ibadah kepada Allah ?
Hanya punya waktu 3,78 menit di sisi Allah !
***
Pertanyaan Allah kepada penghuni neraka.
Allah bertanya, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal dibumi?”
Mereka menjawab, “Kami tinggal (dibumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”
(Qs. Al-Mu’minun : 112-114)
Allah memberitahukan, “Kalian tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kalian benar-benar mengetahui.”
***
Pertanyaan Allah kepada para penghuni neraka bermakna celaan dan penghinaan. Bahwa kehidupan dunia yang manusia kira panjang sesungguhnya sangat singkat. Apalagi dibandingkan dengan adzab berkepanjangan, akibat didunia lalai akhirat dan tidak menggunakan waktu dan kehidupannya sesuai hakikatnya.

Hakikat penciptaan manusia yaitu hanya untuk beribadah.
Allah bersumpah dengan waktu. “Wal ‘ashr, demi masa,” dalam surat Al-Ashr. Allah juga mementingkan waktu melalui sumpahnya yang lain dengan menggunakan satuan waktu yang lebih beragam. Misalnya, walfajri, demi waktu fajar (al-Fajr:1), wadhdhuha, demi waktu dhuha (Adh-Dhuha:1), wallaili, demi waktu malam (asy-Syams:3), wannahari, demi waktu siang (asy-Syams:4).
Dibalik perhatian Allah terhadap waktu terdapat pesan penting agar manusia memperhatikan dan menggunakan waktu sebagaimana mestinya.

Allah Maha Ada sebelum adanya semua makhluk di jagat raya ini, dan Maha Kekal serta Maha Abadi, “Dialah yang Maha Pertama dan Maha Terakhir.” (al-Hadid:3)

Allah memberlakukan waktu yang berbeda atas tiap-tiap jenis makhluknya.
Umpamanya, satu hari bagi malaikat Jibril itu sama dengan 50 ribu tahun lamanya bagi makhluk yang bernama manusia. Al-Qur’an menerangkan,
“Para malaikat dan malaikat Jibril naik kepada Allah dalam sehari yang ukurannya sama dengan 50 ribu tahun (ukuran manusia).” (Al-Ma’arij:4)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi kemudian urusan itu naik (dibawa oleh malaikat) kepadanya dalam satu hari, yang ukuran lamanya seribu tahun menurut perhitunganmu.” (as-Sajdah:5)

“Sesungguhnya sehari disisi Rabbmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung.” (Al-Hajj:47)

“Pada hari mereka melihat adzab yang diancamkan kepada mereka (dimana mereka merasa) seolah-olah tidak tinggal didunia melainkan sesaat pada siang hari...” (Al-Ahqaf:35)

Berabad-abad lamanya kehidupan didunia ini jika dibandingkan dengan saat kebangkitan dari kubur itu hanya satu hari, atau setengah hari bahkan hanya beberapa saat saja.
Jika perhitungan waktunya dikalikan seribu dari perhitungan waktu didunia. Bila satu hari di akhirat sama dengan seribu hari didunia, maka siksaan di akhirat itu akan berlangsung selama 24 ribu jam.
Baru ‘sesedikit’ apa dosa-dosa diri pada waktu yang telah berlalu. Dan akan ‘sesedikit’ apa dosa-dosa yang akan terjalani di waktu-waktu mendatang.

Setiap manusia akan merasakan betapa sebentarnya hidup didunia, bila berhadapan dengan pembalasan yang akan berlangsung lama.
Beruntung balasan bagi manusia beriman, kenikmaatn tiada tara. Tiada tara pula ruginya balasan kepada manusia durhaka, siksaan yang sangat pedih dan abadi. Wallahu a’lam bishawab

ditulis ulang oleh agoez3 dari majalah Amaly Mutiara vol 60.


6 comments:

ternyata waktu kita cuma sebentar ya. makasih sudah diingatkan. artikel yang bagus.

memaNG kita hidup di dunia ini hanya sementara,...

yah sebaiknya digunakan untuk selalu taat kepada-Nya....

yang taat akan terasa nikmat,...
yang gag taat akan merasakan nikmatnya pula, nikmat siksaan maksdnya,...

nice post maz,...

suwi yo ning kono ke?

wah kesini jadi terus iling mas dan sadar ya hidup kita banyak tidur juga yah di hitung2 berarti orang yg selalu tidur bisa dikatakan merugi yah.

@all : yap, benar sekali. Hewan juga tidur, orang kafir juga tidur, jin juga tidur, jadi apa bedanya qta dengan mereka jika tidur tidak sesuai tuntunan Rasulullah saw?

wah trims mas agus sudah mengingatkan... semoga waktu yang sebentar ini dapat saya, dan anda sekalian gunakan... tuk kebahagiaan diwaktu yang panjang nantinya

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41

Posting Komentar

Terima kasih ya atas comment Sahabat:)

 
Photobucket